Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-11 08:07:05【Resep Pembaca】516 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(28962)
Sebelumnya: Kiat menghindari penyakit semasa banjir
Selanjutnya: PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
Artikel Terkait
- BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob
- Hujan di Jakarta mengandung mikroplastik, BRIN ingatkan polusi langit
- Pemkot Palu: Penerapan standar MBG solusi hindari keracunan makanan
- Ammar Zoni tempati sel di Lapas Karanganyar Nusakambangan
- 2.031 anak terima manfaat MBG Polres Solok Selatan
- Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG
- Hari pangan dunia untuk Asta Cita
- Produk biji
- CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
- Polda Metro Jaya tangkap sembilan tersangka penyekapan di Tangsel
Resep Populer
Rekomendasi

368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG

Pemkot Bandarlampung sebut belum ada rekomendasi SLHS ke dapur MBG

Waspada, tanaman pagar ini ternyata disukai ular termasuk jenis kobra

Luhut minta BGN perbaiki serapan anggaran dan bangun ekosistem MBG

Rekomendasi tanaman hias daun lebar yang bikin rumah lebih hidup

Ammar Zoni tempati sel di Lapas Karanganyar Nusakambangan

Pengelola SPPG sampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan masal

Hari pangan dunia untuk Asta Cita